Minggu, 02 Agustus 2009

Tangan Galaksi Yang Tak Terlihat


Gambar ini menunjukkan tangan spiral yang tak terlihat (biru) telah ditemukan di dekat galaksi NGC 4625 oleh teleskop ultraviolet milik Galaksi Evolution Explorer NASA.

Gambar tersebut terdiri dari sinar ultraviolet dan data cahaya yang terlihat, dari Galaxy Evolution Explorer dan Digital Sky Survey milik Institut Tehnologi California, terturut-turut. Dekat cahaya ultraviolet berwarna hijau; jauh dari cahaya ultraviolet adalah berwarna biru; adan cahaya optik berwarna merah.

Sebagaimana yang ditunjukkan oleh gambar itu, panjang dari tangan spiral hampir tak terlihat bilamana dilihat dengan cahaya optik sewaktu disinari dengan ultraviolet. Ini karena mereka disibukkan oleh panas, bintang baru yang banyak memancarkan sinar ultraviolet.

Tangan-tangan muda itu juga sangat panjang, memanjang hingga empatkali ukuran inti galaksinya. Mereka bagian dari piringan galaksi ultraviolet yang terbesar yang telah ditemukan.

Letaknya 31 juta tahun cahaya jauhnya dari konstelasi Canes Venatici, NGS 4625 adalah galaksi yang terdekat yang dapat dilihat dengan halo pada tangannya. Ini sedikit lebih kecil dari Galaksi Bima Sakti kita, baik ukuran maupun massanya. Bagaimanapun, faktanya adalah piringan galaksi membentuk bintang-bintang yang sangat aktif menunjukkan bahwa ini mungkin berevolusi menjadi bermassa lebih padat dan membentuk galaksi seperti galaksi kita.

Galaksi NGC 4618 yang tak berlengan terlihat dibawah NGC 4625. Para Astronom tidak tahu mengapa ini tidak ada tangannya, hanya berspekulasi bahwa ini ditimbulkan karena perkembangan tangan dari NGC 4625.

Gambar terbaru dari Galaxy Evolution Explorer milik NASA ini memperlihatkan bahwa suatu galaksi diperkirakan lebih sederhana dan tua sebenarnya disebabkan oleh beberapa tangan spiral yang lebih muda.

Galaksi NGC 4625 yang tidak biasa ini menjadi sorotan karena terletak relatif lebih dekat. Hingga saat ini, para astronom berpendapat bahwa kilauan galaksi muda adalah sesuatu dari masa lalu.

“Galaksi ini sangat menakjubkan,” kata Dr. Armando Gil de Paz dari Observatorium Carnegie, Pasadena, California. Ketua penulis karya tulis yang terbit di Jurnal Astrofisika edisi Juli (Astrophysical Journal Letters). “Kita pada prakteknya sangat dekat dengan galaksi yang sedang dalam tahap evolusi yang diperkirakan ada hanya pada saat akhir dari alam semesta, pada galaksi-galaksi yang sangat muda dan sangat jauh.

Gambar itu memberikan kesempatan pada para astronom melihat seperti apa galaksi Bima Sakti terlihat pada masa awalnya.

“Kami tidak sepenuhnya mengerti bagaimana bintang-bintang terbentuk didalam galaksi kita,” kata Dr. Barry Madore dari Observatorium Canegie, wakil ketua penulis. “Galaksi yang dekat ini memperlihatkan salah satu kemungkinan sejarah kita, yang mana bintang-bintang dibentuk pertama kali di pusat galaksi dan kemudian di tangan-tangan galaksi”.

Cahaya yang terlihat pada gambar NGC 4625 memperlihatkan cahaya yang berbentuk oval dengan halo yang samar pada tangan-tangan spiralnya. Tangan-tangan tersebut akhirnya terlihat jelas oleh sensor ultraviolet dari Galaxy Evolution Explorer. Kecerahannya yang kuat menunjukkan tangan-tangan tersebut dipenuhi oleh bintang-bintang panas yang baru lahir yang sebagian besar memancarkan cahaya ultraviolet.

“Bintang-bintang pada tangan-tangan tersebut berumur sekitar satu juta tahun, sedangkan bintang-bintang di tubuh galaksi sekitar sepuluh kali lebih tua,” kata Gil de Paz.

Tangan-tangan spiral NGC 4625 sangat panjang, hingga mencapai lebih dari empat kali ukuran inti galaksi. Tangan-tangan tersebut menunjukkan galaksi ultraviolet yang terbesar yang pernah ditemukan.

Gambar baru lain dari Galaxy Evolution Explorer yang juga menarik adalah galaksi terdekat, yang terlihat mirip dengan NGC 4625, namun tidak mempunyai tangan. Bagaimana dua galaksi ini menjadi sangat berbeda? Para astronom tidak mengetahui, namun beberapa teori memperkirakan bahwa adanya galaksi yang tak bertangan diperlukan oleh NGC 4625 untuk tumbuh.

“Kita tahu bahwa interaksi antara galaksi-galaksi tersebut dapat menimbulkan pembentukkan bintang-bintang, namun ini tidak begitu jelas mengapa hanya satu galaksi yang mempunyai tangan yang terbentuk,” kata Dr. Chris Martin dari Institut Tekhnologi California di Pasadena, California, peneliti inti dari Galaxy Evolution Explorer.

Penelitian sebelumnya terhadap penyebaran gas di sekitar dua galaksi menunjukkan NGC 4625 mungkin telah berkembang pada lingkungan yang lebih secara dinamis didalam lingkungan yang stabil, sedangkan galaksi yang tak berlengan tumbuh pada lingkungan yang tidak stabil dan kacau.

Penulis lain dari laporan ini: Dr. S. Boissier, Carnegie Observatories; Dr. R. Swaters, University of Maryland, College Park; Dr. R. J. Tuffs, Max Planck Institut fur Kernphysik, Germany; Dr. K. Sheth, Caltech; Dr. R.C. Kennicutt, University of Arizona, Tucson; Drs. L. Bianchi and D. Thilker, Johns Hopkins University, Baltimore, Md.

Caltech memimpin misi Galaxy Evolution Explorer dan bertanggung jawab pada operasional ilmiah dan analisis data. NASA's Jet Propulsion Laboratory, Pasadena, Calif., mengelola misi dan membangun instrument ilmiah. Misi ini dikembangkan dibawah NASA’s Explorers Program yang dikelola oleh Goddard Space Flight Center, Greenbelt, Md. Korea Selatan dan Perancis adalah partner internasional pada misi ini.

Disalain Dari:erabaru.or.id

1 komentar:

  1. hai salam kenal artikelmu udah ada di

    sini

    gabung yuk n promosikan artikelmu di infoGue.com. Salam ^_^

    BalasHapus

Tinggalkan komentar anda disini:

Hidup itu simpel aja..yang penting muda taqwa, tua bahagia, end kalo mati langsung ke surga!!GUAMPANGKAN............!!!